If you're following me on Instagram, you must know that I'm doing the 30 day song challenge on my Instagram story. Setiap harinya saya harus share sebuah judul lagu berdasarkan challenge di hari itu. Contohnya kemarin, hari ke 29, saya harus share judul lagu yang mengingatkan saya dengan masa kecil. Jujur saya udah nungguin banget sih, because I cant wait to share my obsession toward Sherina.
This might sound dramatic, but Sherina is the most influential figure in my life. Apa yang dilakukan Sherina di tahun 2000-2002 itu sangat berpengaruh bagi hidup saya. I can say she played a big role of shaping me who I am today. Kali ini saya mau cerita hal-hal apa yang saya lakukan karena Sherina dengan hashtag; #SherinaMadeMeDoIt!
1. Jalan Loncat-Loncat & Tali Sepatu Longgar
Ngaku deh siapa yang setelah nonton video klip Kembali Ke Sekolah, cara jalannya langsung berubah jadi loncat-loncat? Dulu saya selalu datang ke sekolah dengan cara jalan seperti itu. Bahkan kebawa sampai sekarang. Kata orang-orang; cara jalan saya itu kayak ngambang. Terus siapa yang kalau ngiket tali sepatu selalu longgar, supaya ada alasan untuk benerin di tengah jalan? Dats me!!
2. Berantem Sama Temen Cowo
Karena Sherina musuhan sama Sadam, saya beranggapan bahwa kalau berantem sama cowo itu keren banget. Basically, everything Sherina does is cool. Dulu kalau ada temen cowo yang gangguin saya, pasti saya jitak kepalanya. Pernah juga saya tersinggung sama seorang teman karena dia nyebut-nyebut nama orangtua saya di depan umum, terus saya robek buku catatan dia. Ada juga nih temen yang selalu dorong-dorong kursi saya dari belakang, terus saya tindak pakai penggaris. Mohon maap ye dear teman-temanku semasa belia. Anaknya serius banget memerankan Sherina di kehidupan nyata.
3. Les Vokal
Di DVD Andai Aku Besar Nanti, Sherina cerita tentang kesibukannya les vokal sama Elfa Secioria. Waktu itu saya kelas 1 SD, dan masih tinggal di Yogyakarta. Saya pun akhirnya didaftarkan di kursus vokal Crescendo, Yogyakarta. Saya anaknya pemaluuuu banget, pas giliran saya tarik suara; saya diem dan nggak mau keluar suara di saat anak-anak lain dengan pedenya unjuk suara. Lambat laun, saya menikmati proses les vokal tersebut, dan mulai ikutan lomba karaoke anak SD, walaupun suara saya nggak end up jadi indah banget juga.
4. Les Balet
Berhubung masih tinggal di Jogja, saya pun dijanjikan untuk ikut kursus balet kalau kami sekeluarga sudah pulang ke Palembang. Eh ternyata di Palembang nggak ada tempat les balet, jadinya saya ikutan les nari Bali!! Setelah ikut les beberapa bulan, saya sadar, badan saya kaku banget dan memang nggak ada bakat kinestetiknya. Jadi mendingan nggak usah deh. Hahaha.
4. Melukis
Suatu hari, ada artikel tentang Sherina di majalah Bobo. Di halaman itu, Sherina cerita kalau dia lagi hobi melukis. Saya langsung minta beliin buku mewarnai, cat air, lengkap dengan kuas dan paletnya. Setelah saya mengikuti berbagai lomba mewarnai tingkat usia 5-8 tahun, saya pun sadar kalau saya nggak punya bakat di bidang lukis-melukis, hahaha. Ancur beb, nggak artsy sama sekali.
5. Belajar Piano
Di bangku SMP, saya mulai belajar piano dan mulai mewujudkan
impian saya untuk bisa nyanyi sambil main piano layaknya Sherina di
video klip Lihatlah Lebih Dekat. Ternyata saya enjoy dan merasa sangat percaya diri saat bisa nyanyi sambil main piano. Saya nggak sejago orang lain sih, but I'm very passionate when it comes to music. Kalau nggak ada Sherina, mungkin saya nggak akan tergerak untuk mempelajari alat musik!
I was a happy kid back then, saya punya sosok role model yang bikin saya semangat; yang lyrics booklet dari albumnya sampai lecek karena selalu dipegang; yang apapun dia lakukan, kita juga pengen ngikutin. Kayaknya kalau beneran bisa ketemu Sherina, saya bisa nangis deh :") Saya juga beruntung memiliki orangtua yang memberi kebebasan untuk mencoba banyak hal. Saya mengalami trial & error untuk menemukan real talent
saya. Dari dulu saya nggak pernah dipaksa untuk melakukan sesuatu.
Semua les yang saya ikuti itu berdasarkan permintaan saya sendiri.
Bersyukur sekali rasanya nggak pernah dipaksa untuk ikutan les Kumon,
karena pasti saya akan tersiksa dan stres. Tapi saya pernah terjebak
atas pilihan sendiri untuk les sempoa!! Saya nyesel abis-abisan. Di
kelas saya merasa terintimidasi soalnya anak-anak lain pinter-pinter
banget :(
Dari Sherina dan orangtua saya, saya mendapat banyak bekal untuk menghadapi dunia parenting kelak (WKWK sounds like I'm 6 months preggy). Bahwa yang namanya anak itu nggak bisa dipaksa, just let them be. Saya juga belajar bahwa sosok role model bagi anak itu sangat penting, dan berdampak hingga si anak tumbuh dewasa. Kalau sekarang siapa sih idolanya anak-anak?
CONVERSATION
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
About Me
- Faiza Ufaira Yusuf
- Hi, I'm Faiza and I prefer to be called "Fira." That's what they've been calling me since I was a kid. Writing is a place to find comfort, a place where my endorphins are being released, a place where my zen moment works best. It's just one of the things that makes me happy :) In this blog, you will find posts about my interest in beauty and how I see life in general. You can read my published Female Daily articles on the link below as well. Hope you guys find it enjoyable to follow my life journey! Cheers!!
Blog Archive
Popular Posts
-
Kebiasaan buruk saya selama bulan puasa adalah: kurang minum air putih! Yang seharusnya minimal 4 gelas saat berbuka dan 4 gelas saat sahur,...
-
G rowing old is mandatory, growing up is optional Being fifteen feels the same like any other age. The only difference? Is ju...
0 comments:
Post a Comment